Mengapa Saya Memilih SMP Labschool Jakarta


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatuh. Nama saya Muhammad Huga Ataya Akbar. Saya dari kelas 7C Absen 20. Saya sebelumnya bersekolah di SDIT Ar-Ridho. Saya memiliki hobi berenang dan bermain game. Hari ini saya akan memberitahu kenapa saya memilih SMP Labschool Jakarta.

Saya pertama kali mendengar SMP Labschool dari orang tua saya. Orang tua saya merekomendasikan SMP Labschool karena merupakan salah satu SMP terbaik. Sebelum mengikuti tes ujian masuk Labschool Jakarta Rawamangun, saya merasa sangat ragu dan takut untuk tidak lulus karena banyak soal ujiannya yang sangat sulit dan tidak mudah untuk dipahami. Saya kemudian berusaha untuk belajar lebih giat dan mengikuti les privat untuk mempersiapkan tes ujian masuk. Akhirnya saya berhasil lulus dan saya merasa sangat senang karena bisa lulus ke salah satu SMP terbaik.

Setelah saya masuk ke SMP Labschool, saya mengetahui banyak kegiatan seru dan banyak ekstrakulikuler, seperti Basket, Futsal, Taekwondo, Musik, Bahasa Jepang, Bahasa Korea, Robotik, dan masih banyak lagi. Selain itu banyak fasilitas belajar dan kegiatan yang bagus, seperti ruangan laboratorium IPA, lapangan olahraga, Mesjid dan halamannya, ruanggan musik, auditorium, ruangan seni, perpustakaan, ruangan kelas, dan masih banyak lagi.

SMP Labschool juga mengadakan psikotes dan tes kesehatan untuk memeriksa kesehatan semua siswa-siswi Angkatan 31 Labschool. Saat masa pengenalan lingkungan sekolah, saya merasa sangat senang karena bisa melihat fasilitas sekolah Labschool secara langsung. Selain itu, kakak-kakak dari OSIS Labschool menemani kita untuk keliling sekolah Labschool. Saya sangat suka dengan fasilitas-fasilitas yang ada di SMP Labschool Jakarta, namun saat pertama kali saya belajar normal sampai jam 5 sore, saya merasa cukup lelah.

Saya juga senang bisa bertemu dengan guru-guru Labschool yang memiliki karakter unik, baik hati, tegas, lucu, dan cara mengajar sesuai karakternya masing-masingnya. Saya juga senang bertemu dengan kakak-kakak OSIS, ROHIS, MPK, dan karyawan Labschool lainnya. Hal yang paling menyenangkan adalah bertemu dengan teman teman baru.

SMP Labschool mengajarkan kami moto IMAN, ILMU, dan AMAL. Mata pelajaran favorit saya adalah computer, IPA, bahas inggris dan olahraga. Saya mengambil kegiata ekstrakulikuler basket dan bahasa jepang. Cita-cita saya nanti jika sudah lulus sekolah ingin menjadi businessman atau dokter atau ilmuan. Target saya di SMP Labschool adalah menjadi salah satu murid yang terbaik dan berprestasi di bidang akademi, maupun olahraga.

Saya menjadi sangat semangat belajar di SMP Labschool Jakarta karena guru-gurunya yang unik, kegiatan ekstrakulikuler yang banyak dan bermanfaat, serta kakak-kakak dari OSIS, ROHIS, dan MPK yang ramah dan mau membantu, selain itu para karyawan di lingkungan SMP Labschool yang suka menolong. SMP Labschool juga melaksanakan Labscare (Labschool student social care 20 jam) dan saya juga di ajarkan untuk sopan-santun, ramah, saling menyapa, dan tidak memilih milih teman. Kami di SMP Labschool juga sangat dekat kepada agama dan selalu mengajarkan kita untuk bisa menghafalkan bagian-bagian di AL-QURAN, maupun kitab-kitab lainnya sesuai dengan kepercayaan masing-masing. SMP Labschool juga mengutamakan tentang kejujuran, seperti tidak meyontek saat ujian.

Sebelum mengakhiri masa perkenalan lingkungan sekolah, SMP Labschool mengadakan acara pensi,  dengan menunjuk beberapa murid untuk menunjukkan kemampuannya, seperti bernyanyi, bermain gitar, bermain piano, bermain kubik, menggambar, membaca puisi, menari, bermain komedi, dan masih banyak lagi. Acaranya sangat seru dan kami juga kita menyanyikan lagu-lagu dari SMP Labschool.

Hal itu semua yang menjelaskan kenapa saya mau masuk ke SMP Labschool Rawamangun dan semoga Angkatan 31 SMP Labschool bisa bersatu dan menjadi Angkatan terbaik. Semoga masa 3 tahun kedepan selama di SMP dapat digunakan dengan baik, dengan giat belajar dan semoga selalu dilindungi oleh Tuhan. Aamiin.

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu.















Komentar

Posting Komentar